Posted by: fanstian2 | June 16, 2008

GARA-GARA CINTA

Awalnya sinetron ini cukup mengasyikan. Banyak bertebaran adegan komedi. Tapi ketika d pertengahan episode, sinetron ini jadi sinetron pasaran.

Lama-lama ilfil ngeliatnya.

But thank untuk Putri Titian yang sudah membintangi sinetron ini. Seandainya tidak ada Putri Titian, mungkin sinetron ini hanya akan bertahan seminggu, karena ceritanya begitu jelek. Maaf.

Advertisements
Posted by: fanstian2 | June 16, 2008

Banyak Kabar dari Tian

Dari haasil observasi gwe di forum http://www.putri-titian.com, gwe dapat banya informasih tentang Putri Titian.

1. Sekarang ini Tian lagi belajar nyetir mobil di tempat kursus di dekat sekolahnya. Jadi sebentar lagi Tian bakalan bawa mobil ke mana-mana. Hehe.

2. Akan ada Gathering Tianers se Jabodetabek… tanggal 28 Juni 2008 jam 11 di Blok M Plaza di tempat Pitza… dihadiri oleh Putri Titian dll….

3. Akan ada Gathering Tianers Nasional tapi belum pasti tanggalnya…

4. Tian akan muncul di kuis EUROPHORIA RCTI… pantengin aja…

5. Tian bakalan jadi cover majalah TEEN bareng Gita Gutawa….

Dah, segitu aja, nanti gwe tambahin….

Gwe tegaskan, ini bukan blognya Tian. Tapi ini blog yang dibuat oleh penggemarnya Tian….

Posted by: fanstian2 | July 14, 2007

Malam ini hampir saja gue mengadakan sukuran bikin nasi kuning trus ngundang seluruh warga satu RT karena Sissy Ajah! kembali menjadi sinetron yang menarik. gue bener-bener bahagia menyaksikan bagian awal episode ini yang sangat mengasyikan untuk ditonton (ini bener-bener pujian lho).

Openingnya sebenarnya membuat penyakit asma gue kambuh karena harus melihat kembali Miss You Landak (nama aslinya sebenarnya Yolanda, tapi entah kenapa gue lebih suka memanggil makhluk ini dengan julukan tadi). Tapi adegan-adegan selanjutnya, sumpah deh, bikin gue terkikik-kikik ria, apalagi ketika melihat wajah Nala Amrytha yang semakin imut dengan acting yang super-cool, dan Reza Pahlevi yang walau actingnya masih dibayangi karakter Mr. Boy tetep aja bikin gue terpingkal-pingkal. Kali ini gue nggak bisa ngitung adegan mana aja yang bagus saking banyaknya. Yang jelas, adegan Sissy dan Melani ketika mendesak Tamtam supaya mengaku siapa yang nyebarin gosip sangat luar biasa keren, adegan kejar-kejaran tiga bocah di gudang belakang kelas juga oke punya, dan adegan Tamtam yang membuntuti Melani lagi-lagi berhasil membuat gue tertawa terbahak-bahak. Dan puncaknya adalah adegan di mana Tamtam harus menjulurkan lidahnya dengan kedua tangan terkulai layu di depan dada seperti si Dogy yang sedang kehausan. Adegannya benar-benar kocak.

Awalnya gue berpikir adegan-adegan ini semata-mata berkat peran dari Putri Titian, Ken Nala Amrytha, dan Reza Phalevi semata. Tapi jika melihat adegan-adegan selanjutnya yang tidak melibatkan ketiga bintang muda ini, akan terasa sekali bahwa penulis skenario sinetron ini diam-diam ternyata memliki kreativitas juga. Misal adegan main layangan Cacha dengan Amir. Gerakan lirik-lirikkan mata Cacha pada Amir cukup kena dan membuat penonton tersenyum-senyum malu. Juga adegan Mbok Atun yang mengendap-endap hendak menjemput Cacha tapi kepergok Tante Widi.

 

Tapi walaupun bertabur adegan gokil di bagian awal, episode kali ini masih sangat jauh dari title ‘memuaskan’. Berdasarkan penelitian kecil-kecilan yang gue laksanakan, 78,46%*) bagian akhir sinetron ini masih terjangkit penyakit kronis yang juga pernah menggerogoti episode sebelumnya yaitu Annoying. Adegan setelah Sissy pulang ke rumah memang benar-benar membosankan. Hambar. Matirasa. Teu-rame. Tasteless. Atau biar lebih jelas bisa diambil analogi bagaian akhir ini rasanya seperti ketika lo minum teh manis yang tidak memakai gula, tidak memakai teh, dan tidak memakai air. Padahal kelihatan sekali penulis skenarionya berusaha sekuat tenaga menampilkan adegan-adegan lucu. Misal hadirnya kembali Mr. Bau Mulut yang dulu pernah muncul di episode satu (gue sempat lupa dengan preman ini sehingga ketika dia muncul sambil gosok gigi, kening gue berkerut-kerut sampai 62 lipatan). Atau juga adegan berkelahi Amir dengan dua bocah kampung yang super garing, dan adegan-adegan lainnya.

Selidik punya selidik, ternyata ke-‘annoyingan’ ini disebabkan oleh raibnya sebuah benda keramat bernama ‘cerita’. Di bagian akhir episode ini benda tersebut seolah menguap dan mengapung di awang-awang. Padahal di bagian awal, benda bernama ‘cerita’ tersebut telah hadir dengan cukup menarik, yaitu tentang siapa sebenarnya yang menyebarkan gosip ‘You Landak Anak Pungut’ kalau bukan Tamtam? Hanya saja sayang, penonton yang curious-nya sudah terbangun, harus menunggu berabad-abad untuk mengetahui jawaban tersebut. Dan ternyata tidak di episode ini.

Di episode selanjutnya, diramalkan ke-annoying-an akan semakin merajalela setelah ‘You Landak’ berhasil memfitnah Sissy yang telah menyebarkan gosip, dan juga berhasil mengadu domba Papa Sissy dengan Sissy, Ronald denga Sissy, Pak Tomo dengan Sissy, Tante Widi dengan Sissy, Masyarakat Kampung dengan Sissy, dan mungkin antara domba beneran dengan Sissy (walah?).

Kabar baiknya karakter Sissy di episode ini ternyata berubah. Sissy yang dulu tomboy, bossy, urakan, dan pembangkang, sekarang berubah menjadi manis, feminim, ayu, dan sejuta karakter imut lainnya (gue suka dengan gaya rambutnya dan jepitan di rambutnya, ‘manis banget…!’). Harusnya gue protes atas ketidak-konsistenan karakter Sissy ini. Tapi karena gue suka dengan Sissy seperti ini, maka gue harus menyimpan ‘protes’ gue di laci lemari kamar gue. Dan gue harus mengunci rapat-rapat laci lemari tersebut karena siapa tahu penulis skenario sinetron ini akan menemukannya dan dia bertaubat serta membuat Sissy kembali menjadi tomboy dan urakan, sebuah karakter yang kurang nyaman untuk dilihat, karakter yang jauh melenceng dari pendahulunya ketika Sissy masih bersemayam dalam sinema berjuluk ‘Jungkir Balik Dunia Sissy’.

Akhirnya, gue tidak terlalu banyak berharap dengan sinetron ini. Gue hanya ingin sinetron Sissy Ajah! bertahan minimal sampai episode 12 seperti yang telah direncanakan dan ratingnya tidak terus turun. Kabar terakhir rating sinetron ini berada di urutan 27 dalam Top 100 Indonesian TV program , padahal di tayang perdana sempat menempati singgasana urutan ke-5). Sukses untuk Sissy Ajah! Melani Ajah! dan Tamtam Ajah! Tidak untuk yang lainnya, maaf ya.

————————-

*) Jangan tanya tentang dari mana datangnya angka ini, perhitungannya cukup sulit :-).

Posted by: fanstian2 | July 14, 2007

REVIEW SISSY AJAH Episode 7

Seperti sudah bisa ditebak sejak dua abad sebelum masehi, episode ini dimulai dengan kegagalan kontrak Papa Sissy dengan Pak Tomo… kemudian dilanjutkan dengan perkelahian sengit antara Sissy dengan papanya….dan diakhiri dengan dibuangnya Sissy di hutan beton Jakarta… kasihan Sissy… kasihan juga penulis skenarionya…. yang belum membaca hasil penelitian di Amerika bahwa 98,47% orang tua yang kontraknya ditolak tidak akan tega membuang anaknya di tengah jalan begitu saja… tapi mungkin ayah Sissy termasuk yang 1,53%….

Sebenarnya ini bukan scene yang pertama di episode ini… mennurut kabar burung yang menclok di atap kost-an gwe… episode ini dimulai dengan cuap-cuap Sissy dengan Yolanda dan Yolanda mengaku kalau dia suka dipukul oleh ayahnya… fuih… untung gwe nggak nonton scene yang satu ini… pasti adegannya menyebalkan…. dan membuat siapa saja yang punya penyakit mag bakalan kambuh seketika…

Singkat kata singkat cerita… (bacanya jangan sambil dinyanyiin ya…)… Sissy terbuang….terbuang fisik… dan terbuang fsikis… Sissy benar-benar merasa terkucilkan dengan kehadiran Cacha….sampai-sampai dia bermimpi bahwa dia tidak dianggap keluarga oleh papanya… mama tirinya..dan adik tirinya…

Sissy kemudian ditemukan oleh Amir… tentang di manakah Amir menemukan lokasi Sissy tidak jelas… mungkin itu gara-gara gwe nggak nonton dari awal jadi nggak tahu berapakah jarak kantor Pak Tomo dari rumah Sissy … tadinya gwe mau pake rumus shrodinger yang diramu dengan integral lipat tiga untuk menghitung jarak ini… tapi ternyata ini bisa diselesaikan dengan analisis sederhana… kalo dilihat dari keberadaan Amir di sana… berarti jaraknya tidak jauh dari rumah Sissy… tapi muncul masalah baru… bagaimana Sissy bisa berjalan dari kantor Pak Tomo yang ada di kota ke tempat tersebut…? Nah… kalo yang ini nggak usah ditanya… Bono Sutisiapatuhnamanyalupa…bisa membuat semuanya mungkin… sebagaimana dia bisa membuat jarak rumah Sissy dengan kampung halaman Minah yang puluhan kilometer menjadi hanya lima belas jengkal sehingga bisa dicapai hanya dengan menggunakan sepeda…(atau mungkin ini gara-gara Sissy sakti? mungkin aja…)….(Ingat kembali Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi…) Kayaknya Sissy itu sebenarnya memang sakti yang ilmunya bisa digunakan sewaktu-waktu….

Cerita terus mengalir…lebih tepatnya… cerita tersumbat di dua tempat… rumah…dan sekolah… seperti biasa…

Di rumah mamanya panik… Mbok Nah panik… Cacha juga panik…tapi tidak dengan ayahnya Sissy… (ini musuh baru gwe… kok ada ayah yang sejahat ini…padahal dia seorang pengacara terpelajar… ter-pe-la-jar… atau mungkin supaya lebih terpelajar lagi…papanya Sissy seharusnya berguru kepada seseorang yang cerdas, misalnya penulis skenario sinetron ini).

Di sekolah rasa mual gwe gara-gara melihat ulah ayah Sissy ternetralisir dengan kehadiran dua makhluk konyol Melani dan Tamtam… pagi-pagi kedua bocah ini sudah membuat gwe terpingkal-pingkal dengan ulah gokilnya… Melani memperingatkan Sissy bahwa dia sedang diperalat oleh Yolanda…dan Tamtam memperingatkan hal yang sama… tepatnya sama persis…karena kata-kata Tamtam sama persis dengan kata-kata Melani… dan aksi dua bocah kocak ini diakhiri dengan Melani memarahi Tamtam…. seperti biasa… Asli… adegan ini bikin gwe ngakak…. ini adalah adegan paling bagus dalam Sissy Ajah episode ini… dan membuat gwe teringat lagi nama lengkap penulis skenario sinetron ini.

Nama penulis skenario sinetron ini semakin jelas di benak gwe ketika ‘beliau’ menghadirkan satu lagi adegan kocak ketika Tamtam membuntuti Melani yang diakhiri dengan Tamtam membacakan primbon cinta yang super duper kuno…kocak… adegan ini benar-benar sangat kocak….

Dua adegan ini benar-benar membuat gwe terhibur…. karena dua adegan ini juga gwe berani mengacungkan dua jempol untuk penulis skenarionya… walaupun… dua jempol ini langsung terkulai ketika menyimak adegan-adegan selanjutnya…

Scene-scene berikutnya ternyata membuat annyoying siapapun yang menontonnya… terutama ketika melihat Yolanda yang sudah annoying dari sononya… dan annoying juga didapatkan ketika Sissy mengatakan bahwa dia mau membantu Yolanda dan peduli dengan Yolanda… (ngapain anak seperti itu dibela…ya ampyun… hatimu terbuat dari emas ya, Sy…)… dan semakin annoying ketika Yolanda langsung nyolot dan tidak mau dibantu… mungkin sinetron ini diganti saja judulnya jadi Annoying Ajah!

Perasaan gwe juga hambar-hambar saja ketika Yolanda difitnah oleh seseorang (besar kemungkinan biang gosip ini adalah Tamtam, karena Melani pernah menyuruh Tamtam untuk memisahkan Yolanda dari Ronald). ADA GOSIP di sekolah bahwa Yolanda adalah anak pungut… KASAK-KUSUK ini semakin menyebar ketika BIBIR PLUS kaki para penyebar gosip berjalan ke mana-mana… termasuk pada Melani dan Sissy… sehingga membuat Sissy WASWAS kalau terjadi apa-apa dengan Yolanda karena rahasia pribadinya di-EXPOSE….

Lalu apa yang akan terjadi pada Yolanda selanjutnya? Apakah Yolanda akan dikucilkan oleh teman-temannya? Apakah Yolanda akan tersiksa karena ini? Siapa yang peduli!

Bersambung….!

Comment tuk episode 7 :

Tidak ada yang menarik di episode ini kecuali Putri Titian… dan sekarang ditambah dengan Ken Nala Amrytha dan Reza Phalevi….

The best Scene for Putri Titian tuk episode kali ini adalah ketika Sissy menggoda Cacha di kamar dengan mengatakan “Kamu suka ya… sama Amir….!” Angel shoot dari kameramannya juga bagus….salut buat Cheppy Gober sang sutradara….!

Adegan kurang bagus dari Putri Titian adalah ketika Sissy diturunkan dari mobil oleh papanya dan Sissy mencoba ‘mengejar’ mobil papanya… gerakan Tian kaku banget… kurang enak dipandang deh…tapi itu menurut gwe aja sih….entah yang lain…!

Overall episode ini tidak terlalu menjengkelkan seperti episode 6 di mana Yolanda banyak bertingkah… tapi juga tidak menarik… rasanya hambar seperti sayur tanpa air…jadi.. kalo tidak ada Putri Titian… Ken Nala Amrytha… dan Reza Phalevi… mungkin gwe dah angkat koper dan “ikutan” kontes Mamamia di Indosiar….!

Sampai jumpa di review selanjutnya…!

Posted by: fanstian2 | June 16, 2007

PUTRI TITIAN MAKIN MELEJIT

putri_titian_2.jpg

Kapanlagi.com – Nama bintang utama sinetron SISSY AAJAHPutri Titian dirasa makin ngepop. Cewek berwajah innocent ini membawakan karakter si Sissy secara pas. Tak ayal sinetron remaja ini banyak digemari dan ditunggu para pemirsa. Selain itu nama Putri Titian semakin diperhitungkan di ranah sinetron. Pun begitu tak banyak yang berubah dari siswi kelas satu SMA ini. Ia tetap ramah dan rendah hati.

Tak banyak obsesi yang diumbarnya setelah meraih sukses. Ia merasa masih perlu banyak belajar. “Mungkin untuk layar lebar belum, sementara ini obsesiku semuanya bisa nonton sinetron SISSY AJAH, ungkapnya ceria. Ditemui di Bundaran HI, Kamis (14/6) Putri Titian kedepan hanya menginginkan peran yang beda. Dengan begitu ia bisa merasakan tantangan yang lain.

Mengenai sinetron debutnya yang kebanyakan bercerita cinta remaja, Putri menganggap adegan pacaran yang ada di SISSY AJAH masih bersifat positif. Kebanyakan adegan pacaran dilakukan dengan cara belajar. “Jadi tidak ada negatifnya,”ujarnya.

Putri sendiri sampai sekarang mengaku masih jomblo. “Aku masih belum mau pacaran dulu. Aku lebih senang persahabatan. Dan persahabatan beda dengan pacaran,” pungkasnya. (kl/wwn)

Posted by: fanstian2 | June 15, 2007

Fenomena Putri Titian

2002305143006302209_rs.jpg2002745978125666490_rs.jpg2001868147965755638_rs.jpg

Kamu pernah nonton Jungkir Balik Dunia Sissy, bukan? Jika ya, kamu pasti tahu kalau di sana ada sesosok makhluk yang begitu imut dan lucu.

    Dialah Putri Titian Sang Fenomenal. Kemunculannya di dunia persinetronan Indonesia memang mampu menyedot perhatian banyak orang. Dimulai sejak kemunculannya di Mini Series “Jungkir Balik Dunia Sissy” tersebut, nama Putri Titian langsung terpatri di hati para pemirsa televisi. Bahkan para penggemarnya mulai mencari-cari berbagai FTV yang pernah dimainkan Putri. Padahal di sana Putri hanya bermain sebagai pemeran pembantu dan FTV-FTV tersebut terabaikan sebelumnya

             Jungkir Balik Dunia Sissy memang bukan merukapakan awal karir Putri. Namun mulai dari Mini Series itulah para penonton mulai menyukai Putri. Padahal di Mini Series tersebut Putri memainkan peran yang sulit. Bagaimana Putri harus menjadi sosok Sissy, seorang gadis remaja yang manja, jutek, sok ngatur, sok berkuasa, dan seribu satu macam karakter buruk lainnya. Tapi walau memiliki karakter jelek tersebut, tokoh Sissy tidak dibenci oleh penonton, bahkan dicintai, dan penonton bahagia ketika akhirnya Sissy menjadi anak yang baik. Itu berarti Putri berhasil memerankan peran tersebut, malah di mata saya acting Putri begitu sempurna. Bahkan para juri di Festival Film Bandung begitu terpesona dengan tingkah Putri di Mini Series tersebut sehingga Jungkir Balik Dunia Sissy dinobatkan sebagai Sinetron Remaja Terpuji dan Sutradaranya Thomas Nawilis dianugerahi gelar Sutradara Sinetron Remaja Terpuji.

            Sebelum bermain di Jungkir Balik Dunia Sissy, Putri banyak bermain di berbagai FTV sebagai pemeran pembantu seperti di Mencari Tari, Marawis di Hati Tasya, Jomblo So What Gitu Loh, Cintaku Bersemi Di Angkot, Segombal Rayumu Sedalam Cintaku, Grogi Ketemu Ortu Pacar, Piala Oscar, Cinta Buat Nyak, Pacar Banyak Aturan, Mama Baru Buat Papa, serta Satpan dan Anak Gedongan. Setelah kemunculannya di Jungkir Balik Dunia Sissy, Putri kemudian sering berperan menjadi tokoh utama di berbagai mini series seperti di Mr. Boy bersama Reza Phalevi, Ajari Aku Cinta bersama Aluna Sagita Gutawa, Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi bersama Ken Nala Amrytha, dan terakhir My First Kiss bersama Nicky Tirta. Dan di My First Kiss inilah Putri tampil dengan performance terbaiknya. Putri semakin lucu dan menggemaskan di Mini Series ini. Ini semua tidak terlepas dari kepiawayan Penulis skenario serta supervisinya yang telah memberi Putri karakter yang begitu lucu, juga sutradara yang telah mengarahkan acting Putri sehingga keimutan dan kemanisan wajah Putri benar-benar ter-explor, dan tidak lupa penata rias yang telah membuat Putri semakin cantik dan imut.

            Putri Titian memang disukai para penonton karena wajahnya yang teramat cantik dan imut. Para penggemarnya menyukai hampir seluruh gerak-gerik Putri, mulai dari akting marah, nangis, cemberut, kesal, BT, senyum, salah tingkah, bahkan cegukan Putri pun bikin greget, seperti yang dialami Putri di Mini Series My First Kiss saat Putri bersama Nicky Tirta mencicipi makanan Jepang yang pedasnya minta ampun. Saat itu Putri meminum air dan Putri langsung cegukan: Hik! Hik! Hik! Saya sendiri sampai tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Putri seperti ini.

            Seluruh gerak-gerik Putri memang menggemaskan, termasuk gaya berjalan atau berlari, kebiasaannya memegang ujung seragam sekolahnya, kebiasaanya mengetuk-ngetuk dagu dengan telunjuk, bahkan saat menangis. Sebagian penggemar Putri mengatakan ketika Putri nangis mereka tidak akan merasa sedih karena ketika menangis, wajah Putri malah semakin lucu.

Penggemar Putri ternyata tidak hanya dari kalangan anak-anak SMP atau SMA, tapi juga telah mewabah di kalangan mahasiswa dan bahkan orang-orang yang sudah berumah tangga. Hal ini tersirat dari berbagai post yang saya jumpai di berbagai forum di internet. Salah satu post tersebut saya copy di sini.

papinya dee suka banget sama tian
dia semangat banget klo nonton tian tuh
mungkin udah pingin punya cucu kayak tian
tp dee blm bisa kasi hehe
papi bilang klo punya cucu, smoga aj mirip tian
cantik&imut banget(^^)

Putri Titian memang fenomenal. Tidak banyak–bahkan bisa dikatakan tidak ada–artis pendatang baru yang begitu banyak dibicarakan di internet padahal dia belum booming bahkan kemunculannya di infotainment hanya satu dua kali saja. Dan tentu saja tidak banyak artis pendatang baru yang dibahas di sebuah forum khusus yang dibuat oleh penggemarnya sendiri. Dan tidak banyak juga artis pendatang baru yang alamat Friendster-nya dipalsukan oleh puluhan penggemarnya. Walau untuk hal ini cenderung merugikan Putri karena akan mencemarkan nama Putri. Tapi terlepas dari semua itu, Putri Titian memang sebuah fenomena tersendiri di antara artis sinetron Indonesia.

Selanjutnya Putri akan merambah ke dunia sinetron seri dengan memerankan tokoh Sissy dalam Gala Sinetron SCTV Sissy Ajah! yang merupakan lanjutan dari Jungkir Balik Dunia Sissy! dan Dunia Sissy Jungkir Balik lagi. Saya berharap semoga sinetron Sissy Ajah! akan memberi nuansa baru di persinetronan Indonesia yang penuh adegan dan karakter tokoh klise serta kasus contek-mencontek. Dan semoga sinetron tersebut bisa membuat Putri semakin populer dan diliput oleh berbagai infotainment serta diundang berbagai acara Talk Show.

Welcome, the Rising Star. You will be the next real indonesian idol.

Posted by: fanstian2 | June 15, 2007

PUTRI TITIAN DILARANG PACARAN

2005480989663202404_rs.jpg

Pesinetron imut Putri Titian (16) mengaku dilarang pacaran oleh orang tuanya. Sang ortu khawatir, pacaran bisa mengganggu aktivitas—terutama urusan sekolah—Tian, panggilan akrab Putri Titian. Lagi pula Tian sendiri masih kecil dan belum pantas pacaran.

Walau di dunia nyata ia dilarang pacaran, hal sebaliknya justru terjadi di dunia sinetron yang ia geluti. Tian kerap memerankan adegan pacaran.

“Tapi dalam adegan sinetron, aku pacarannya pasif, cuma sekedar belajar bareng,” ujar gadis manis berhidung mancung ini saat ditemui di sela-sela aksi damai hari Donor Darah se-Dunia di Bundaran HI, kamis (14/6) pagi.

Menurut pemilik nama lengkap Putri Titian asih ini, gaya pacaran seperti itu cukup baik karena bisa memacu untuk lebih giat belajar dan beraktivitas.

Soal peran di sinetron, Tian mengaku tidak merasa risi meskipun bersekolah di kelas satu SMA tapi di sinetron kerap memerankan anak SMP. Saat ini Tian menuntut ilmu di SMA 4, Gambir, Jakarta Pusat.

Cewek kelahiran Palembang 7 April 1991 ini melejit namanya setelah berperan sebagai Sissy dalam FTV Jungkir Balik Dunia Sissy. Sukses FTV itu dilanjutkan dengan seri berikutnya Dunia Sissy Jungkir Balik Lagi. Tian juga pernah main bareng Gita Gutawa dalam miniseri Ajari Aku Cinta. (San/Wartakota)

Categories